Tantangan Perjuangan Dan Pergerakan Mahasiswa
Oleh: Arihan or by Raihan Mulyadi
Kesuksesan itu Butuh Keberanian, Sementara Keberanian sejati Butuh Banyak Pengorbanan Untuk Melaksanakanya, Bung Karno-Hatta Memproklamirkan Kemerdekaan NKRI dari Tangan Belanda penuh berdarah-darah, Tokoh Besar yang pernah dikenal Sejarah Dunia dalam perjuangan membela Rakyat tertindas bukan dikenal ditempat tidurnya atau karena kemunafikanya. Semua Rangkaian dari tindakan dan perjuangan mereka semua penuh dengan perhitungan, tantangan dan memakan waktu bertahun-tahun untuk mewujudkanya, belum lagi dihadapkan dengan para kaum lidah bercabang dua.
Siapa yang tidak mengenal Mahatma Ghandi dari India, Muammar kadafi, George Washington, Mao Zedong, Adolf hitler, Kaisar Hirohito, dan deretan nama tokoh besar lainya, mereka selalu dihadapkan dengan parapengkhianat dan tantangan Gesit Lainya. Perjuangan bukanlah evoria dan glamour yang penuh hinggar binggar hingga melupakan tujuan dan hak-hak dari masyarakat kalangan bawah. Perjuangan itu membutuhkan pengorbanan dan kesabaran, konsisten dan bersinambung, boleh saja beralih jalan asal tidak mengkhianati perjuangan saudaranya yang lain.
Seorang petarung di medan pertempuran, sebelum melangkahkan kakinya di gelanggang, dia sudah memiliki keyakinan bahwa pertempuran itu bukanlah tujuan, akan tetapi itu sebagai tangga menuju tujuan, disini petarung sejati tidak menjadikan kemenangan sebagai tujuan. Kebahagiaan, Kesejahteraan dan perdamaian hidup dari orang-orang yang diperjuangkan itulah yang menjadi tujuan untuk mencapai derajat keyakinannya. sudah barang tentu dia berpedoman pada Keyakinan dan Ideopolistratak yang mapan, yang membentuk ideologi dari mainstream orang banyak. sebaliknya kekalahan itu sendiri bukanlah kelemahan dan patahnya semangat, itu cenderung diistilahkan dengan lompatan kuantum.
Perjuangan itu sendiri berdiri kuat bersama tekad yang bulat dan semangat dari idealisme yang kokoh para pemuda tangguh yang bermental kuat sekuat Baja, bertekad keras sekeras Mutiara, hingga menundukan Everest Himalaya. berkeyakinan bahwa tidak ada yang tidak berubah kecuali perubahan itu sendiri. Bagi kalian yang merasa punya perjuangan yang sama, berkumpulah dengan mereka yang tengah mengemban tugas Suci dari orang banyak. Allah telah menyerukan kepada seluruh umat Muhammad melalui Surrah Al-imran ayat 104, "hendaklah ada segolongan diantara kamu yang menyerukan pada kebaikan dan mencegah kejahatan", Amar ma'ruf nahi mungkar yang dimaksudkan dalam ayat itu adalah tentang perintah memperjuangkan kebenaran atas kejahatan.
Sementara Keberadaan dari mereka yang memperjuangkan kebenaran itu, sebagaimana diungkapkan oleh filosof Rene decartes "cogito ergo Sum" aku berpikir maka aku ada, lalu bagaimana dengan aku ada makanya aku berpikir. hemat saya kebenaran yang tidak terangkum dengan baik, akan selalu dimenangkan oleh Kejahatan yang terorganisir. dan dimana ada perjuangan disitulah tempat kumpulannya para pengkhiana dan penjilat, hidup bagaikan parasit yang menghisap nutrisi dari darah juang saudaranya sendiri. keberadaan mereka sangat mengganggu hingga dapat mengambil alih tubuh inangnya sendiri kalau tidak dipangkas sebelum merambat.
Tidak ada keraguan dalam membangun perjuangan, setiap pencapaian kesuksesan dari gerakan, itu diawali dengan keyakinan bahwa perjuangan itu tidak pernah akan tersia-siakan. perlu diingat bahwa hari esok akan menceritakan kembali tentang hari ini dan kemarin, setiap dari kita masing-masing menciptakan sejarah kebanggaan kita untuk generasi-generasi kita yang akan datang. memang benar bahwa membutuhkan waktu bagi seorang anak itu untuk mencapai derajat kedewasaan, akan tetapi harus diingat juga bahwa kedewasaan seseorang itu tidak ditentukan oleh umur, mulai dari sekarang setidaknya merapatlah dalam satu barisan, dan lantangkan suara mu bahwa kami akan menentang setiap inci dari ketidakadilan itu!!!. good job untuk para Pejuang muda, Bentengi diri kalian dari tindakan dan hasutan Para Pengkhianat yang telah menggadaikan Idealisme mereka dengan lembaran Uang dan kemewahan fatamorgana. Ingatlah tanggungjawab kita pada Agama, Masyarakat, Bangsa Dan Negara.
(Lembaran Baru diAkhir Bulan Ramadhan 2018)
Mantab..., 😁👌
BalasHapus